Percut Seituan // metroinvestigasinews.com
Dugaan Korupsi Dana Desa Kades Tembung, M, mendapat rapor merah dalam kepemimpinannya di akhir tahun 2025. Beberapa alasan yang menyebabkan penilaian ini antara lain:
Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Tembung diduga melakukan manipulasi data LPJ Dana Desa Tahun 2022-2024 dengan melakukan mark-up nilai anggaran program desa.
Kurangnya Transparansi : Kades Tembung dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana desa dan tidak memberikan informasi yang jelas kepada warga desa.
Tidak Memperhatikan Aspirasi Warga ,Kades Tembung dituding tidak memperhatikan aspirasi warga desa dan tidak menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Selain itu, Kades Tembung juga terlibat dalam polemik relokasi pedagang ke Lapangan Sepak Bola Pasar III yang ditolak oleh warga desa. Kades Tembung dianggap tidak pro dengan masyarakat dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik .Kades Tembung diduga melakukan manipulasi data LPJ Dana Desa Tahun 2022-2024 dengan melakukan mark-up nilai anggaran program desa.
Kurangnya Transparansi , Kades Tembung dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana desa dan tidak memberikan informasi yang jelas kepada warga desa.
Tidak Memperhatikan Aspirasi Warga , Kades Tembung dituding tidak memperhatikan aspirasi warga desa dan tidak menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Selain itu, Kades Tembung juga terlibat dalam polemik relokasi pedagang ke Lapangan Sepak Bola Pasar III yang ditolak oleh warga desa. Kades Tembung dianggap tidak pro dengan masyarakat dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik .
Hal ini di dapat di ketahui dari informasi yang di dapat oleh masyarakat yang berkomentar di sosial media atas rasa ketidak puasan masyarakat terhadap kepemimpinan nya.
Gerakan Masyarakat Pengawal Kebijakan Publik Menilai bahwa Kepemimpinan Kepala Desa yang seperti ini merupakan Catatan Buruk atau Rapot merah dalam memimpin suatu Desa, kami akan terus menelusuri kemungkinan adanya muatan muatan korupsi terhadap anggaran Dana Desa yang kerap di eluhkan masyarakat Desa Tembung.
Dalam waktu dekat kami akan menyurati Kejaksaan atas kecurigaan yang kami sudah dapatkan, itu semua atas dasar informasi masyarakat .
Bahkan kami juga menerima beberapa masukan warga, bahwa Kepala Desa trmbung selama memimpin cendrung mengutamakan kepentingan kelompok nya, sulit di ajak interaksi kepada masyarakat nya , tentu ini adalah suatu tindakan yang syarat Nepotisme, jadi kami akan terus berkoordinasi kepada pihak yang berwenang untuk memeriksa segera Kepala Desa Tembung pungkasnya pada media.(FR)








