Sion Munte Dugaan Korban Penodongan Pistol Meminta Paminal Polrestabes Medan Proses Oknum Polisi Bripka FS

Percut Seituan // metroinvestigasinews.com

 

Sion mengaku persoalan bermula dari sampah rumah tangga di kediaman Bripka FS. “Asal ditagih, dia bilang, besok, nanti, pulang kantor, udah 2 bukan. Jadi tidak ku angkat lagi sampahnya bang,” ujar Sion, Senin (13/1/2025).

Lanjut Sion, pada tanggal 7 Januari 2025, ia melintas didepan rumah Bripka FS. “Jam 1 siang saya lewat, di panggil dia, ‘woi, kenapa ngk kau angkat sampah ini’ itu katanya,” terang Sion.

“Abang kan belum bayar 2 bulan,” kata Sion kepada Bripka FS.

Kemudian Bripka FS mengatakan, “angkat ini, angkat ini,’ tiru Sion.

Sion lantas menjawab, “abangkan belum bayar, kek mana ini mau ku angkat, cobak la Abang kerja ngk ku bayar,” ketus Sion.

Setelah mendengar perkataan Sion, Bripka FS masuk ke dalam rumahnya. Tak lama kemudian, Bripka FS keluar sambil membawa senpi. “Ku tembak kau, ku tembak kau,” ujar Sion menirukan Bripka FS sembari menyundul kepala Sion yang sebelumnya telah memukulnya.

Sementara itu, Bripka FS yang dikonfirmasi membantah semua tuduhan Sion. “Cuma cek cok mulut bang, tukang sampah itu minta Rp 50 ribu,” ujar Bripka FS.

Bripka FS juga membantah adanya pemukulan dan penodongan senjata api. “Ada tetangga saya yang menyaksikan, mana mungkin saya menodongkan senjata, cek ke kantor, saya tidak punya senjata api,” ujar FS.

“Memang tukang sampah nya aja yang sombong, petentengan,” katanya lagi.

Adalah Bripka FS, personel Tugas Luas (Tekap-red) Sat Reskrim Polrestabes Medan mencoreng nama baik Polri dengan tingkah koboynya. Pasalnya, memarkan senpinya dan diduga menodongkan senjata api miliknya ke warga sipil. Parahnya lagi, Bripka FS diduga juga melakukan pemukulan.

Baca Juga:  Ketua Umum Pejuang Batak Bersatu "Dukungan terhadap Aparat yang Tegas dalam Menjaga Keamanan

Informasi yang diperoleh metroinvestigasinews.com dari salah anggota Polisi yang bertugas di Polrestabes Medan, peristiwa koboy tersebut terjadi sekitar 3 hari lalu di kawasan Laut Dendang, Percut Seituan, tepatnya di kediaman Bripka FS.

Menurut sumber yang identitasnya tidak ingin disebutkan, kejadian tersebut dipicu masalah sampah di rumah Bripka FS.

Korban yang diketahui bernama Sion yang merupakan petugas angkat sampah di kawasan tersebut. Diduga kesal lantaran limbah rumah tangga miliknya yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap tidak diangkat korban, kesal, diduga Bripka FS mengacungkan senpinya kepada korban. Tak hanya itu, diduga korban juga dianiaya.

“Masalah sepele, sampah dirumahnya tidak diangkat. Korban mengatakan Bripka FS belum membayar jasa buang sampah. Mungkin korban tidak tau, FS adalah Polisi, makanya adu mulut,” ujar sumber, Minggu (12/1/2025).

Lanjutnya, menurut informasi, korban sudah membuat Laporan Pengaduan (LP) ke Polrestabes Medan dan Paminal Polrestabes Medan juga sudah mengetahui hal tersebut.

“Infonya udah buat LP, katanya juga Paminal udah periksa saksi,” tutup sumber.

Kaur Pemerintahan Desa Laut Dendang, Asmaul saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Saya beneran tidak tau adanya peristiwa tersebut,” ujarAsmaul.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba saat dikonfirmasi terkait adanya laporan koran masih bungkam.

Sedangkan Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan akan mengatasi kasus tersebut. “Saya cek ya, terimakasih infonya, saya atensi,” ujar Gidion.

Sayang, korban Sion yang coba dikonfirmasi masih masih belum memberi jawaban.(Sigit/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *