Deliserdang // metroinvestigasinews.com
Oknum Kepala Desa Galang Suka, diduga menggunakan anggaran dana desa untuk tahun 2023 dan 2024. Dengan status Desa *Maju*, transparansi dana ini diharapkan dapat mendorong pengawasan pelaksanaan program di lapangan.
Untuk tahun 2024, dana desa Galang Suka berjumlah Rp997.219.000 dengan penyaluran dana secara bertahap. Hingga akhir tahun 2024, sebanyak Rp474.381.200 (47,57%) telah tersalurkan pada tahap pertama, dan Rp522.837.800 (52,43%) pada tahap kedua. Tidak ada penyaluran tahap ketiga. Dana ini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk:
Keadaan mendesak sebesar Rp54.000.000.
Penyelenggaraan posyandu, pembangunan sarana, dan pelatihan kesehatan dengan total puluhan juta rupiah.
Peningkatan produksi peternakan sebesar Rp104.900.000.
Pembangunan sarana dan prasarana desa seperti jembatan, energi alternatif, dan festival budaya.
Sementara itu, pada tahun 2023, anggaran sebesar Rp1.130.634.000 disalurkan dengan rincian tiga tahap: 54,84%, 30%, dan 15,16%. Dana tersebut meliputi berbagai program, seperti:
Pembangunan jalan desa dan lingkungan, gapura desa, serta sanitasi permukiman.
Pelatihan kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Peningkatan kapasitas perangkat desa.
Penguatan ketahanan pangan hingga Rp223.362.500.
Namun, beberapa pihak meminta untuk memeriksa lebih lanjut apakah penggunaan anggaran tersebut benar-benar terealisasi sesuai laporan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian utama dalam memastikan keberhasilan pembangunan desa.
Media Metro Investigasi menduga Ada sesuatu yang tersembunyi dimana saat konfirmasi kepala desa malah bungkam tanpa kata.
Menurut warga sekitar pembangunan dan dana mendesak tersebut tidak ada di wilayah mereka dan dana anggaran pembangunan tersebut juga adalah pembangunan biasa aja dan tidak ada kemungkinan sampai menghabiskan anggaran seperti yang terealisasi.
“Oknum kepala desa seharusnya diminta pertanggung jawaban terkait dana desa dari 2023 sampai 2024 karena pembangunan di wilayah kami ini adalah pembangunan dari Kabupaten bukan desa,” Pungkas warga yang tak ingin disebut namanya.(Red)












