Deliserdang // metroinvestigasinews.com
Keseriusan Polri dalam menyingkapi kasus BBM Pertalite bersubsidi dipastikan hanya setengah hati. Penyebabnya, karena oknum anggota polisi berinisial Bripka A Unit tipiter polresta diduga mendapat upeti setiap bulan dari pengusaha BBM pelangsir pertalite bersubsidi berinisial R dan K. Jumlah cukup variatif. Ironisnya, kebejatan berjamaah ini sudah berjalan beberapa bulan.
Berdasarkan dari narasumber yang dapat dipercaya, salah satu perusahaan BBM Pertalite pelangsir minyak bersubsidi setiap bulannya diduga menyetorkan upeti ke oknum anggota Polresta Deliserdang Unit Tipiter, diajak duduk bareng disalah satu warkop dilubuk pakam.
Sementara sekelas polresta deliserdang diduga yang mendapat jatah rutin dari pengusaha pelangsir BBM Pertalite Bersubsidi.
Oknum anggota polisi di unit tipiter polresta deliserdang secara pribadi mendapatkan minimal Rp.1000.000/bulan. Namun biar aman tidak ditangkap bisnis usaha tersebut.
“Sementara itu crew awak media mengkonfirmasi melalui pesan singkat WA perihal oknum anggota polisi unit tipiter polresta deliserdang berinisial Bripka A diduga menerima Upeti dari pengusaha pelangsir BBM Pertalite bersubsidi berinisial R dan K, Rabu (01/04/2026) Sore.
“Tidak menjawab.
”Lanjut crew media konfirmasi Kanit Tipiter Polresta Deliserdang mengenai diduga Oknum Anggota polisi Polresta berinisial Bripka A menerima upeti dari pengusaha pelangsir BBM Pertalite bersubsidi berinisial R dan K, Rabu (01/04/2026) Sore.
“Tidak menjawab, sehingga berita ini diterbitkan,”Pungkasnya.(GA)












