Binjai // metroinvestigasinews.com
Pernyataan aktivis mengenai “Polres Binjai jangan gemetaran Grebek diduga lokasi CPO ilegal yang berada dijalan baru megawati ” merujuk pada desakan keras kepada kepolisian polres binjai agar menindak tegas para mafia atau oknum penimbun minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang diduga dibeckingi berbadan tegap berambut cepak.
Desakan semacam ini sering disuarakan oleh tokoh masyarakat atau aktivis antikorupsi dan agraria di wilayah Sumatera Utara (seperti Johan Merdeka) agar polisi tidak tebang pilih diduga gemetar atau rasa takut terhadap sindikat ilegal. Konteks dan Tindak Lanjut
Gerakan Aktivis Johan Merdeka :
Pada masa sebelumnya, aktivis seperti Johan Merdeka (Koordinator Raksahum/Komite Revolusi Agraria) telah melakukan berbagai aksi unjuk rasa di Provinsi Sumatera mendesak penegakan hukum menyeluruh terhadap kartel dan mafia minyak goreng serta rantai pasok kelapa sawit.
Dugaan Praktik CPO Ilegal Diduga Milik bermata cipit berkulit putih :
Penampungan dan gudang CPO ilegal menjadi perhatian publik karena kerap diduga menampung hasil curian truk tangki, merugikan negara, serta beroperasi kebal hukum akibat dugaan suap.
Tindakan Hukum :
Aparat kepolisian di wilayah Sumatera Utara (seperti Poldasu dan Polres setempat) secara berkala melakukan penggerebekan pada gudang-gudang ilegal dengan mengamankan barang bukti berupa truk, Baby Thank, dan pompa sedot.
Masyarakat terus didorong untuk memantau kasus ini dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Untuk informasi terkini mengenai penindakan atau pelaporan lokasi penampungan CPO ilegal di jalan baru megawati Provinsi Sumatera Utara, Anda dapat merujuk pada saluran resmi Polda Sumatera Utara atau memantau perkembangan beritanya melalui portal Humas Mabes Polri.(Sigit/Tim)












