Ibu Korban TPPO Minta Pendampingan KSJ Dan Gerbrak Ke Pekanbaru Riau.

 

Medan // Metroinvestigasinews.com

Nezza Syafitri Nasution Orang tua dari korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) memohon  pendampingan kepada Komunitas Sedekah Jum’at dan Gerbrak.
Nezza mengatakan diirinya berharap Kolaborasi dari KSJ, Gerbrak serta Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) untuk melakukan Pendampingan terhadap anaknya korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) mencakup layanan terpadu seperti konseling psikologis, rehabilitasi kesehatan dan sosial, advokasi hukum, pelaporan, dan reintegrasi sosial agar korban pulih dan kembali ke masyarakat.
Saharudin Ketum KSJ mengatakan kesiapannya mendampingi Nezza Safitri Nasution ke Pekanbaru untuk kasus TPPO.
“Insya Allah kita siap mendampingi Nezza Safitri Nasution, dimana anaknya menjadi korban TPPO di pekanbaru,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025).
Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (06/07/2025), anak kandung korban TPPO (Nabila Aisyah) sudah mensherlock lokasi kejadian melalui nomor WhatsApp yang merupakan diduga korban penyekapan.
Adapun dua orang wanita Yang masih di bawah umur diduga menjadi korban TPPO, yakni sdr  Nabila Aisyah (17) dan sdr Nia Permata Sari Simatupang (18).
Nabila Aisyah (17) mengaku disekap dan di tipu dalam hal akan dipekerjakan ke tempat hiburan malam di sebutan cafe remang-remang dan disuruh untuk menggunakan baju Sexy sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang-remang milik Ririn tersebut yang berada di wilayah Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya yang masih kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (06/07/2025).
“Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan saya sedang dalam perjalanan, kalau kawanku Nia Permata Sari masih belum lolos. Tolong bantu ya pak, kasihan kawan ku, karena dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan, kalau yang perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak, “keluh Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu (06/07/2025).
Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan.

“Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkosnya, dan saya masih di cafe remang-remang ini karena uang ku belum ada, sehingga tidak dibolehkan pulang, saya dari tempat usaha tempat cafe remang-remang ini sebelum kubayar juga seperti kawanku. Kami tidak tau pak, kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik kerja di usaha cafe remang-remang seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang-remang milik Ririn ini yang berada di wilayah Lipat Kain Kec. Kampar Kiri. Awalnya kami tidak tau sebelumnya. ” jelas Nia permata Sari. Senin (07/07/2025). (Team)

Baca Juga:  Terkait berbagai persoalan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Nagan Raya mengenai pelayanan, fasilitas hingga persoalan obat mendapat tanggapan dari Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Fauzan Adami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *