Makjang…!!! Bantuan Anggaran Dana Bos dari Pemerintah Pusat Dapat ” Diduga Plafon SMK PAB Klambir V Tak Terurus, Kemanakah Anggaran Dana Bos..??

Deliserdang // metroinvestigasinews.com

 

 

Realisasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Perguruan PAB Wilayah IV Klambir Lima, Kabupaten Deli Serdang, kini menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, di tengah kucuran anggaran negara yang rutin mengalir setiap tahun demi menunjang fasilitas pendidikan, kondisi fisik bangunan sekolah tersebut justru memperlihatkan pemandangan yang miris dan memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan langsung dan dokumentasi di lokasi Jalan Pasar II Klambir Lima, Hamparan Perak, kondisi infrastruktur sekolah yang menaungi SD Swasta PAB 16, SMP Swasta PAB 9, dan SMK Swasta PAB 5 terlihat mengalami kerusakan serius. Bagian asbes atau plafon di sepanjang selasar koridor kelas tampak hancur, jebol, dan dibiarkan menganga tanpa ada tanda-tanda perbaikan.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar dari berbagai pihak: Ke mana perginya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana BOS selama ini?

Plafon yang rusak dan lapuk tersebut tidak hanya merusak estetika lingkungan sekolah, tetapi juga menyimpan bom waktu yang siap mengancam keselamatan para siswa dan guru yang beraktivitas di bawahnya. Jika hujan deras mengguyur, rembesan air dipastikan memperparah kerusakan struktur bangunan, bahkan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

Kepala Sekolah diduga Kompak “Menghilang” Saat Dikonfirmasi awak media guna mendapatkan keberimbangan berita, tim media mencoba melakukan konfirmasi langsung dengan menyambangi kantor sekolah tersebut. Namun sayang, upaya untuk meminta kejelasan terkait anggaran pemeliharaan justru membentur dinding tebal. Pihak pimpinan sekolah terkesan kompak “menghilang” dan menghindar dari kejaran jurnalis.

Saat mendatangi kantor sekolah, tim hanya ditemui oleh salah seorang guru gabungan untuk tingkat SMA dan SMP. Guru tersebut berdalih bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) mereka sedang tidak berada di lokasi karena harus menghadiri agenda rapat di tingkat provinsi.

Baca Juga:  M Dahnil Ginting SE Bina Para Generasi Muda Melalui Seni Bela Diri Goju-Ryu Karate-Do Association Indonesia (Goju-ASS).

Tak berhenti di situ, tim media kemudian mencoba bergeser untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SD Swasta PAB 16. Di ruang kantor SD, tim bertemu dengan salah satu guru yang sedang bertugas. di ruang guru, guru tersebut juga memberikan jawaban klise yang senada: sang Kepsek sedang pergi dan tidak ada di tempat.

Alasan klasik yang dilontarkan para guru ini memicu kecurigaan kuat di lapangan. Muncul dugaan bahwa hilangnya para pimpinan sekolah tersebut sengaja diskenariokan untuk menutupi keberadaan mereka sekaligus mengindari konfirmasi media. Alhasil, upaya konfirmasi berujung nihil tanpa ada jawaban konkret maupun pertanggungjawaban moral terkait hancurnya asbes sekolah yang dibiarkan telantar tersebut.

Sanksi Tegas Transparansi Anggaran
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek), komponen penggunaan Dana BOS secara jelas mengatur adanya alokasi untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah skala ringan hingga sedang. Kewajiban pihak manajemen sekolah adalah memastikan fasilitas belajar-mengajar tetap layak dan aman.

Namun, realita yang tersaji di Perguruan PAB Wilayah IV Klambir Lima justru berbanding terbalik. Pemandangan asbes yang compang-camping serta sikap bungkamnya para kepala sekolah ini semakin menguatkan indikasi adanya tata kelola anggaran yang gelap, tidak transparan, atau bahkan dugaan penyelewengan dana yang merugikan negara dan siswa.

Masyarakat, praktisi hukum, serta orang tua murid mendesak Dinas Pendidikan Deli Serdang dan instansi penegak hukum untuk segera turun ke lapangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Pengawasan ketat dan tindakan tegas mutlak diperlukan agar Dana BOS tidak hanya habis menguap di atas kertas, sementara hak siswa untuk mendapatkan fasilitas sekolah yang aman dikorbankan demi keuntungan sepihak.(Sigit/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *